Minggu, 29 Juli 2018

Pelatihan Packaging dan Pemasaran Ubi Jalar untuk Meningkatkan Ekonomi Desa


Geger, 29 Juli 2018. Desa Banyoneng Dajah terletak di Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. KKN 74 UTM tengah melakukan kegiatan Produk unggulan yang berkaitan dengan “Pelatihan Packaging dan Pemasaran Makanan Lokal”. Dalam pelatihan ini KKN 74 memberikan tips dan motivasi serta merubah mindset masyarakat desa yang masih tabu dalam beberapa aspek seperti: kemandirian, percaya diri, keberanian, dan niat untuk melakukan Wirausaha.

Pengemasan adalah salah satu cara yang akan menentukan daya tarik konsumen untuk memutuskan membeli sebuah produk. Kemasan tak hanya harus cantik menarik melainkan juga harus mampu menunjukkan fungsi menjaga produk dari berbagai masalah. Kemasan produk makanan bakal berbeda dengan kemasan produk lain non makanan. Kemasan produk makanan harus memenuhi syarat yakni mampu melindungi makanan dari kemungkinan basi, bocor atau masuknya sesuatu dari luar bungkus. Karena jika sampai bocor maka akan membahayakan kandungan yang ada pada makanan. Tetapi bukan itu saja fungsi melindungi produk juga harus tampil dengan bentuk dan tampilan yang menarik hati calon pembeli. Apabila konsumen melihat dari jauh sehingga terlihat berbeda dan membuat konsumen penasaran.
Secara tak langsung ini merupakan strategi pemasaran. Produsen mengemas semenarik mungkin ke konsumen. Dengan begitu barang yang dijual akan terjual dengan kuantitas yang besar di masyarakat. Kadang produsen juga mempraktekkan strategi pemasaran lain seperti face to face, promo media sosial, dsb. Kadang produsen juga perlu adanya melakukan inovasi-inovasi terhadap produknya agar iklan terlihat lebih fresh dan barang / produk lebih terbaharukan.  


Dengan adanya pelatihan pengemasan dan pemasaran diharapkan masyarakat Desa Banyoneng Dajah dapat merubah mindset, dan dapan menumbuhkan jiwa wirausaha. Sehingga tingkat perekonomian Desa Banyoneng Dajah dapat meningkat.

0 komentar:

Posting Komentar