Minggu, 29 Juli 2018

Pemanfaatan Ubi Jalar Sebagai Penghasil Pangan Lokal "Pudot dan Carang Mas"


Desa Banyoneng Dajah terletak di Kecamatan Geger Kabupaten Bangkalan yang memiliki luas administrasi 5.28 (Km2)/528,150 Ha. Desa Banyoneng Dajah merupakan salah satu desa yang memiliki letak cukup strategis. Mayoritas dari penduduk Desa Banyoneng Dajah sendiri berprofesi sebagai petani. Pangan di Desa Banyoneng Dajah cukup membaik hasil tanam yang dilakukan oleh warga atau para petani kebanyakan seperti jagung, padi, dan ubi jalar. Mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018 Universitras Trunojoyo Madura (UTM) wajib membantu dan membuat ide seperti produk  unggulan untuk meningkatkan perekononmian desa.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik kelompok 74 menciptakan produk unggulan yang berbahan pokok Ubi Jalar. Ubi Jalar kerap dijadikan sumber makanan pokok atau camilan yang menemani saat bersantai maupun saat melakukan aktivitas. Akan tetapi panganan dari ubi jalar ini belum menjadi makanan favorit kebanyakan orang. Masih banyak yang menganggap remeh ubi jalar “kurang keren atau terlalu deso”.  Disini kelompok KKN 74 membuat makanan pokok ubi jalar menjadi makanan yang unik dan disukai oleh kalangan kanak-kanak maupun remaja seperti Puding Sedot atau disebut Pudot yang berbahan dasar ubi jalar berwarna ungu, Carangmas yang berbahan dasar ubi jalar warna putih, dan keripik batatas rasa-rasa seperti rasa balado dan lain-lain.



Adapun alasan mengapa kelompok KKN 74 memilih Ubi Jalar sebagai Produk Unggulan? Karena penanaman Ubi Jalar yang mudah di Desa Banyoneng Dajah dan juga banyaknya manfaat seperti membantu kekebalan tubuh, mengatasi peradangan, atasi bronchitis dan asma, redakan sakit artritis, baik bagi pencernaan, bantu atasi kanker, menjaga keseimbangan air, dan lain-lain.


0 komentar:

Posting Komentar