Minggu, 12 Agustus 2018

Sosial Budaya Desa Banyoneng Dajah


Perspektif budaya masyarakat di Desa Banyoneng Dajah sangat kental dengan budaya islam. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di kabupaten Bangkalan sangat kuat terpengaruh dengan pusat kebudayaan Islam yang tercermin dari keberadaan pondok pesantren yang ada di Bangkalan. Dari latar belakan budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang terpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya Islam sebaga agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya Islam.
Perspektif budaya masyarakat di Desa Banyoneng Dajah sangat kental dengan budaya ketimurannya. Tradisi budaya ketimuran sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum agama Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan keagamaan yang ada di masyarakat, terutama agama Islam dianut mayoritas masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya.
Contoh yang bisa kita lihat adalah perayaan tahun baru hijriyah dengan melakukan doa bersama di Masjid dan Mushallah sekitar desa. Contoh yang laindalah ketika menjelang ramadhan, masyarakat berbondong-bondong mendatangi kuburan/makam orang tuayan maupun kerabat dan para leluhurnya untuk dibersihkan kemudian melakukan tahlilan bersama di masjid dan mushallah dilanjut dengan makan bersama saat itu juga. Contoh yang lain lagi ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diperingati di masjid, mushallah dan rumah warga yang kehidupannya menengah keatas. Biasanya pada peringatan ini masyarakat menyediakan berbagai macam hidangan yang berupa buah-buahan dan makanan serta membuat nasi tumpeng dll.
Secara inividual di dalam keluarga masyarakat Desa Banyoneng Dajah, tradisi ketimuran dipadukan dengan agama Islam juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai media untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur yang dilakukan dengan mengundang para tetangga dan kerabat yang istilah populernya diberi nama Tahlilan (Konjengan). 
Tahlilan ini biasanya dilakukan mulai dari hari pertama sampai hari ketujuh di kediaman keluarga yang meninggal. Selanjutnya hari ke empat puluh/pa’pholo, hari ke setaratus/nyatos, dan hari ke seribu/nyaebu perhitungan tanggal kegiatan menggunakan kalender hijriyah.
Bersyukur kepada Allah SWT, karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat desa Banyoneng Dajah juga masih berjalan disebut dengan Phelet Kandhung ketika kandungan ibu berusia 7 bulan dimana suami istri keluar bersamaan ke halaman rumah untuk dimandikan air kembang dengan menggunakan cewok dari bathok kelapa dan pegangannya mamakai pohon beringin, setelah selesai digunakan cewok tersebut dilempar keatas genting oleh mbah dukunnya, jika posisi cewok tersebut terletang maka ada kemungkinan anaknya perempuan namun tetapi jika posisinya sebaliknya maka diyakini anak yang lahir adalah laki-laki.

Tetapi yang harus diwaspadai adalah muncul dan berkembangnya pemahaman keyakinan terhadap agama ataupun kepercayaan tidak berakar dari pemahaman terhadap tradisi dan budaya masyarakat yang sudah ada. Hal ini mulai mengakibatkan munculnya kerenggangan sosial di masyarakat dan gesekan antara masyarakat. Mesipun begitu sudah ada upaya untuk mengurangi gesekan yang ada di masyarakat dengan cara persuasif. Aspek pemberdayaan masyarakat (community empowering) masyarakat lokal merupakan prioritas dalam pengembangan sosial budaya yang ada di masyarakat. proses pemberdayaan masyarakat yang utama adalah mengembangkan dan mempertahankan setiap pastisipatif masyarakat dalam proses pembangunan.
Selain sebagai bentuk kebudayaan yang biasa dilakukan, juga mengandung jiwa sosial yang berimbas sangat posistif dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Banyoneng Dajah. Salah satu contohnya adalah budaya membaca Yasin setiap malam Jum’at yang dilakukan bersama-sama di rumah warga secara bergantian. Pada proses Yasinan nanti akan ada yang menggalang dana untuk disumbangkan untuk pembangunan Masjid sebagai fasilitas keagamaan di Desa Banyoneng Dajah.



0 komentar:

Posting Komentar